Dorong Literasi Akademik Digital, IAIDU Asahan dan UNIVET Bantara Gelar Workshop Optimalisasi Website Pedoman Bahasa Indonesia

Kisaran, 2 Maret 2026 — Institut Agama Islam Daar Al Uluum (IAIDU) Asahan bersama Universitas Veteran Bangun Nusantara (UNIVET Bantara) menyelenggarakan Workshop Optimalisasi Penggunaan Berbagai Website Pedoman Bahasa Indonesia Daring bagi dosen dan mahasiswa pada Senin (2/3/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Workshop ini merupakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) kolaboratif antara Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIVET Bantara dan Badan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BPPM) IAIDU Asahan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat literasi kebahasaan akademik berbasis digital, khususnya dalam pemanfaatan berbagai sumber rujukan bahasa dalam penulisan karya ilmiah dan komunikasi akademik.
Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan dengan berbagai platform kebahasaan resmi seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), serta laman Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sebagai rujukan utama untuk menjaga ketepatan ejaan, pemilihan diksi, dan konsistensi tata bahasa.
Rektor IAIDU Asahan, Assoc. Prof. Dr. Hj. Nilasari Siagian, S.H., S.Pd.I., M.H., menegaskan bahwa bahasa memiliki peran penting dalam membangun kualitas akademik perguruan tinggi.
“Bahasa adalah jantung peradaban akademik. Melalui bahasa, gagasan ilmiah disampaikan dan dikembangkan. Karena itu, kualitas bahasa dalam karya ilmiah mencerminkan kualitas intelektual sekaligus kredibilitas institusi pendidikan tinggi,” tegas Dr. Nilasari.
Workshop ini menghadirkan sejumlah pakar bahasa dari UNIVET Bantara, yaitu Prof. Dr. Dewi Kusumaningsih, M.Hum., Drs. Sukarno, M.Hum., Dr. Wahyu Dini Septiari, M.Pd., dan Pardyatmoko, M.Pd.
Dalam pemaparannya, Prof. Dewi Kusumaningsih menekankan pentingnya pemanfaatan laman kebahasaan daring sebagai rujukan dalam penulisan ilmiah. Menurutnya, integrasi penggunaan KBBI daring, PUEBI, serta portal Badan Bahasa dapat membantu penulis menjaga konsistensi bahasa sekaligus memperkuat legitimasi ilmiah karya akademik.
Sementara itu, Pardyatmoko menyoroti pentingnya ketelitian dalam penggunaan ejaan, diksi, dan tata bahasa di era komunikasi digital.
“Ketelitian linguistik menjadi bagian penting dari literasi digital. Mahasiswa dan dosen perlu membiasakan diri melakukan self-editing dan memahami aturan dasar bahasa Indonesia yang baik dan benar,” ujarnya.
Dalam sesi lainnya, Dr. Wahyu Dini Septiari menjelaskan bahwa bahasa ilmiah harus bersifat lugas, objektif, sistematis, dan konsisten agar mampu menyampaikan gagasan akademik secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Workshop ini juga menghadirkan narasumber dari IAIDU Asahan, Eko Priadi, S.H.I., S.H., M.H., CIIQA, yang membahas Etika dan Kaidah Bahasa dalam Komunikasi Akademik di Era Digital. Ia menegaskan bahwa penggunaan bahasa akademik tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut etika, tanggung jawab intelektual, dan integritas ilmiah.
“Dalam dunia akademik, kualitas bahasa yang digunakan seseorang mencerminkan kualitas pemikirannya,” ujarnya.
Menurut Eko, di era digital yang ditandai dengan kecepatan pertukaran informasi, penggunaan bahasa yang tidak tepat, provokatif, atau tidak terverifikasi dapat berdampak pada reputasi akademik bahkan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.
Selama workshop berlangsung, peserta terlibat aktif dalam sesi diskusi dan praktik analisis bahasa ilmiah. Pendekatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang aplikatif sehingga peserta dapat langsung menerapkan pedoman bahasa dalam kegiatan akademik sehari-hari.
Kegiatan ini menegaskan bahwa optimalisasi penggunaan website pedoman bahasa Indonesia daring merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas akademik perguruan tinggi. Pemanfaatan sumber rujukan resmi berbasis digital tidak hanya membantu meminimalkan kesalahan ejaan dan tata bahasa, tetapi juga meningkatkan kredibilitas ilmiah serta reputasi institusi pendidikan tinggi.
Melalui kegiatan ini, IAIDU Asahan dan UNIVET Bantara berharap dapat terus memperkuat sinergi akademik antarperguruan tinggi sekaligus mendorong terbentuknya budaya literasi bahasa Indonesia yang lebih sistematis, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.