Berita UmumUnggulan29 Mei 2026

Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan, MAN Asahan Gandeng IAIDU Asahan Perkuat Kepemimpinan, Manajerial, dan Literasi Digital Pengurus OSIM

Oleh: Istiqomah Binti RidwanFakultas Tarbiyah

Bagikan

WhatsAppEmail

Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan, MAN Asahan Gandeng IAIDU Asahan Perkuat Kepemimpinan, Manajerial, dan Literasi Digital Pengurus OSIM

Kisaran, 29 Mei 2026 — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Asahan menggandeng Institut Agama Islam Daar Al Uluum (IAIDU) Asahan untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan, manajerial, dan literasi digital pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung di Aula MAN Asahan, Jumat (29/5/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki integritas dan kemampuan organisasi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tantangan era digital.


Dua dosen IAIDU Asahan hadir sebagai narasumber, yakni Kepala Badan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BPPM), Eko Priadi, S.H.I., S.H., M.H., CIIQA., serta Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah, Wulan Sari, S.Pd.I., M.Pd.


Dalam pemaparannya, Eko Priadi menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan kemampuan membangun pengaruh positif, mengambil keputusan, dan menghadirkan solusi bagi organisasi.


“OSIM merupakan laboratorium kepemimpinan yang memberi ruang bagi siswa untuk belajar mengambil keputusan, membangun kolaborasi, mengelola konflik, serta mengembangkan karakter dan integritas sejak dini,” ujarnya.


Menurut Eko, derasnya arus informasi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat menuntut lahirnya pemimpin muda yang adaptif, visioner, komunikatif, serta mampu menjadi pemecah masalah di tengah dinamika organisasi.


Selain penguatan kepemimpinan, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai tata kelola organisasi, kesekretariatan, dan pemanfaatan teknologi digital. Materi tersebut disampaikan Wulan Sari yang menekankan pentingnya kemampuan manajerial sebagai fondasi organisasi yang sehat dan berkelanjutan.


“Organisasi yang baik tidak hanya dinilai dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari kualitas administrasi, dokumentasi, kedisiplinan sistem, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman,” kata Wulan.


Ia menjelaskan bahwa pengurus OSIM perlu menguasai pengelolaan program kerja, administrasi organisasi, dokumentasi, pengarsipan, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban secara sistematis dan akuntabel. Peserta juga diperkenalkan pada berbagai perangkat digital untuk mendukung tata kelola organisasi yang lebih efektif, transparan, dan kolaboratif.


Kepala MAN Asahan, Dra. Hj. Elda Ayumi, M.Si., mengatakan bahwa penguatan kapasitas pengurus OSIM merupakan investasi penting dalam menyiapkan calon pemimpin masa depan. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini menuntut peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan bekerja sama, kecakapan manajerial, dan literasi digital yang memadai.


“OSIM bukan sekadar organisasi siswa, tetapi ruang pembelajaran kepemimpinan yang nyata. Melalui kegiatan ini kami berharap siswa tidak hanya mampu memimpin, tetapi juga mampu mengelola organisasi secara profesional dan memanfaatkan teknologi secara produktif,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut diikuti pengurus OSIM Tahun Ajaran 2026/2027.


Para peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan organisasi, mulai dari pengelolaan program kerja hingga pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung aktivitas organisasi.

Melalui kegiatan ini, MAN Asahan berupaya memperkuat kualitas organisasi siswa sekaligus menyiapkan generasi muda yang memiliki integritas, kemampuan manajerial, dan literasi digital yang dibutuhkan pada era transformasi teknologi.