Berita KampusUnggulan3 Agustus 2026

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa IAIDU Asahan Bekali Guru SD Negeri 095222 Sidojadi dengan Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Pembelajaran dan Administrasi

Bagikan

WhatsAppEmail

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa IAIDU Asahan Bekali Guru SD Negeri 095222 Sidojadi dengan Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Pembelajaran dan Administrasi

Simalungun – Transformasi digital di dunia pendidikan menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensinya, tidak hanya dalam proses pembelajaran, tetapi juga dalam tata kelola administrasi sekolah. Menjawab tantangan tersebut, dosen dan mahasiswa Institut Agama Islam Daar Al Uluum (IAIDU) Asahan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi guru di SD Negeri 095222 Sidojadi, Nagori Tempel Jaya, Kabupaten Simalungun, Sabtu (1/8/2026).


Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB ini merupakan bentuk kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 17 IAIDU Asahan dalam mendukung peningkatan kompetensi digital tenaga pendidik di era transformasi pendidikan. Pelatihan mengangkat tema "Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Mendukung Pembelajaran dan Administrasi bagi Guru".


Narasumber kegiatan, Wulan Sari, S.Pd.I., M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN sekaligus Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah IAIDU Asahan, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan telah membuka berbagai peluang bagi guru untuk bekerja lebih efektif, kreatif, dan produktif.


Menurutnya, AI bukanlah pengganti peran guru, melainkan alat bantu yang mampu memperkuat kualitas pembelajaran apabila dimanfaatkan secara bijaksana dan bertanggung jawab.


"Guru perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif sekaligus mengurangi beban administratif. Artificial Intelligence dapat dimanfaatkan untuk menyusun perangkat ajar, membuat soal evaluasi, merancang media pembelajaran, menyusun rubrik penilaian, hingga membantu penyusunan berbagai dokumen administrasi sekolah secara lebih efisien. Namun demikian, hasil yang diberikan AI tetap harus dikaji, diverifikasi, dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik serta tujuan pembelajaran," ujar Wulan.


Selama pelatihan, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai perkembangan teknologi AI dalam dunia pendidikan, tetapi juga mengikuti sesi praktik secara langsung menggunakan perangkat laptop maupun telepon pintar. Peserta diperkenalkan pada berbagai strategi penyusunan prompt yang efektif sehingga mampu menghasilkan keluaran AI yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran maupun administrasi sekolah.


Materi praktik meliputi pemanfaatan AI untuk menyusun tujuan pembelajaran, modul ajar, lembar kerja peserta didik (LKPD), soal evaluasi, rubrik penilaian, kisi-kisi asesmen, refleksi pembelajaran, hingga pembuatan surat dan dokumen administrasi lainnya. Pendekatan praktik langsung tersebut membuat peserta dapat memahami penerapan AI secara nyata dalam aktivitas sehari-hari sebagai pendidik.


Antusiasme guru terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi mengenai tantangan implementasi AI di sekolah dasar, serta mencoba berbagai fitur yang diperkenalkan narasumber. Pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN turut membantu peserta yang mengalami kendala teknis selama praktik, sehingga proses pelatihan berlangsung interaktif dan partisipatif.


Kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa, IAIDU Asahan tidak hanya mentransfer pengetahuan kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan solusi atas kebutuhan nyata dunia pendidikan dalam menghadapi era digital.


Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi digital guru sehingga pemanfaatan teknologi AI dapat dilakukan secara etis, kritis, dan bertanggung jawab. Dengan kompetensi digital yang semakin baik, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif, inovatif, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi sekolah tanpa mengurangi esensi profesionalisme sebagai pendidik.


Melalui kegiatan pengabdian ini, IAIDU Asahan kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat melalui inovasi, kolaborasi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan relevan dengan tuntutan abad ke-21.

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa IAIDU Asahan Bekali Guru SD Negeri 095222 Sidojadi dengan Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Pembelajaran dan Administrasi | Institut Agama Islam Daal Al Uluum Asahan, Sumatera Utara | Institut Agama Islam Daal Al Uluum Asahan, Sumatera Utara