Perkuat Profesionalisme Publikasi Ilmiah, BPPM IAIDU Asahan Ikuti Workshop Chief Editor Jurnal Nasional

Kisaran, 8 Maret 2026 — Di tengah meningkatnya tuntutan kualitas publikasi ilmiah dan persaingan global antar perguruan tinggi, profesionalisme pengelolaan jurnal akademik menjadi faktor kunci dalam memperkuat reputasi riset institusi pendidikan tinggi. Dalam konteks tersebut, Badan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BPPM) IAIDU Asahan mengikuti Workshop Pelatihan dan Rekrutmen Chief Editor Jurnal Nasional yang diselenggarakan secara daring pada 7–8 Maret 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan melalui platform Zoom ini mempertemukan para pengelola jurnal, dosen, dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperdalam pemahaman mengenai tata kelola jurnal ilmiah yang profesional, khususnya dalam memperkuat kapasitas Editor in Chief sebagai pemimpin editorial yang bertanggung jawab menjaga kualitas, integritas, serta reputasi sebuah jurnal ilmiah.
Workshop yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas publikasi akademik di lingkungan masing-masing.
Perkembangan jumlah jurnal ilmiah di Indonesia dalam satu dekade terakhir menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Ribuan jurnal kini terindeks pada berbagai basis data ilmiah nasional seperti SINTA dan Garuda, serta sebagian di antaranya telah berhasil menembus indeksasi internasional seperti DOAJ dan Scopus.
Namun demikian, peningkatan kuantitas tersebut juga diikuti oleh tantangan baru, terutama dalam menjaga kualitas editorial, integritas publikasi, serta konsistensi penerbitan jurnal. Dalam konteks inilah peran Editor in Chief menjadi sangat strategis. Seorang pemimpin editorial tidak hanya bertanggung jawab terhadap kebijakan penerbitan, tetapi juga memastikan seluruh proses pengelolaan jurnal berjalan sesuai standar akademik dan etika publikasi ilmiah.
Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman luas dalam pengelolaan jurnal ilmiah nasional. Salah satunya adalah Dr. Amiruddin, S.Pd.I., M.A., Ketua Rumah Jurnal Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia sekaligus Editor in Chief Jurnal Al-Fikrah (SINTA 3) dan Managing Editor Jurnal Al-Mizan (SINTA 4).
Dalam pemaparannya mengenai dasar pengelolaan jurnal ilmiah bagi Editor in Chief, Amiruddin menegaskan bahwa kepemimpinan editorial merupakan elemen kunci dalam menjaga kualitas publikasi ilmiah.
“Editor in Chief bukan sekadar pengelola administratif jurnal, tetapi pemimpin akademik yang bertanggung jawab memastikan setiap artikel yang diterbitkan memenuhi standar ilmiah, etika penelitian, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” ujar Amiruddin.
Ia menjelaskan bahwa proses editorial jurnal dimulai dari tahap desk evaluation, yaitu seleksi awal terhadap naskah untuk memastikan kesesuaian dengan ruang lingkup jurnal, kualitas awal artikel, serta kelengkapan format penulisan.
Naskah yang lolos tahap ini kemudian akan melalui proses peer review, di mana para reviewer menilai kualitas penelitian berdasarkan aspek kebaruan penelitian (novelty), metodologi, analisis, serta kontribusi ilmiah terhadap pengembangan disiplin ilmu.
Selain Amiruddin, workshop juga menghadirkan Dr. Karimuddin, M.A., CIQnR, akademisi Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Dosen Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi (DKLPT).
Dalam materinya mengenai manajemen dan rekrutmen pengelola jurnal, Karimuddin menekankan bahwa keterlibatan dalam pengelolaan jurnal ilmiah tidak hanya berkontribusi terhadap penyebaran pengetahuan, tetapi juga menjadi indikator penting reputasi akademik sebuah institusi.
“Jurnal ilmiah adalah wajah intelektual sebuah perguruan tinggi. Jika dikelola secara profesional, jurnal tidak hanya menjadi media diseminasi penelitian, tetapi juga dapat meningkatkan reputasi akademik institusi di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Karimuddin.
Menurutnya, pengelolaan jurnal yang profesional juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara penulis, reviewer, dan editor dari berbagai institusi dan latar belakang keilmuan.
Selain aspek teknis pengelolaan jurnal, workshop ini juga menekankan pentingnya menjaga etika publikasi ilmiah. Para peserta diingatkan untuk memastikan transparansi proses editorial, menghindari plagiarisme, serta mencegah konflik kepentingan dalam proses penerbitan artikel ilmiah.
Editor jurnal juga dituntut menjaga konsistensi penerbitan, kualitas artikel yang dipublikasikan, serta keberagaman penulis dan reviewer guna meningkatkan reputasi jurnal di tingkat nasional maupun internasional. Melalui pengelolaan jurnal yang profesional, peluang jurnal untuk memperoleh indeksasi pada berbagai basis data ilmiah serta akreditasi nasional akan semakin terbuka.
Selain sebagai forum peningkatan kapasitas, workshop ini juga menjadi ruang diskusi dan berbagi pengalaman bagi para pengelola jurnal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang diajukan peserta terkait tantangan pengelolaan jurnal, strategi meningkatkan kualitas artikel, serta upaya memperluas jejaring kolaborasi dalam pengembangan publikasi ilmiah.
Kegiatan ini juga menghadirkan Ria Candra Dewi, M.Pd. sebagai keynote speaker, yang merupakan Direktur Pelatihan dan Penerbitan Buku Asosiasi DKLPT sekaligus dosen Politeknik Baja Tegal dan penulis buku berlisensi BNSP. Sementara itu, jalannya workshop dipandu oleh Rizal Fahmi, M.Pd., yang bertindak sebagai moderator.
Keikutsertaan BPPM IAIDU Asahan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Melalui workshop ini, para peserta diharapkan memperoleh wawasan dan keterampilan baru dalam pengelolaan jurnal ilmiah sehingga mampu meningkatkan kualitas publikasi akademik sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Dengan tata kelola jurnal yang semakin profesional dan berstandar akademik tinggi, jurnal-jurnal ilmiah yang dikelola oleh perguruan tinggi di Indonesia diharapkan mampu berkembang lebih pesat serta bersaing tidak hanya pada tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional.