Perkuat Tata Kelola Jurnal Ilmiah, IAIDU Asahan Gandeng 20 Perguruan Tinggi dan Lembaga Publikasi Ilmiah se-Indonesia Menuju Akreditasi SINTA

Kisaran, 31 Januari 2026 — Institut Agama Islam Daar Al Uluum (IAIDU) Asahan melalui Badan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BPPM) menggandeng 20 perguruan tinggi dan lembaga publikasi ilmiah se-Indonesia dalam penyelenggaraan Workshop Nasional Penyiapan Akreditasi Jurnal Menuju Science and Technology Index (SINTA).
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat, 30 Januari 2026, mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai, sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola jurnal ilmiah dan meningkatkan mutu publikasi akademik nasional.
Workshop ini menjadi wujud nyata konsolidasi akademik lintas institusi dalam merespons tuntutan peningkatan kualitas publikasi ilmiah perguruan tinggi, khususnya dalam menghadapi standar akreditasi jurnal nasional yang semakin kompetitif. Kolaborasi ini sekaligus menandai penguatan ekosistem jurnal yang tidak hanya bertumpu pada pengelola kampus, tetapi juga didukung oleh jejaring penerbitan dan komunitas akademik profesional.
Dari sisi kelembagaan, kegiatan ini diperkuat oleh Steering Committee yang melibatkan 15 perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia serta 5 lembaga publikasi dan jejaring pengelola jurnal. Institusi yang terlibat antara lain:
STIT Al-Chaeriyah Mamuju, IAI Rawa Aopa Konawe, STEBI Al-Muhsin Yogyakarta, Unismuh Barru, UNAIM Yapis Wamena, STIT Sunan Giri Bima, STAI Nusantara Aceh, STAI DDI Maros, STAI DDI Pangkep, STAI Kuala Kapuas, Universitas Ma’arif Lampung, STIU Darul Hikmah, IAIDU Asahan, STES Tunas Kelapa, dan STEBI Yogyakarta.
Dukungan juga datang dari lembaga publikasi dan jejaring akademik seperti Maestro Academy, ATHA Publishing Globalindo, Malaqbi, Al Asri Publisher, serta Rumakayoe.
Workshop menghadirkan narasumber nasional berpengalaman di bidang pengelolaan dan akreditasi jurnal ilmiah. Dr. Firdaus memaparkan secara komprehensif kerangka regulasi dan teknis akreditasi jurnal berdasarkan ketentuan yang berlaku, termasuk penjelasan mengenai Permenristekdikti Nomor 9 Tahun 2018.
Beliau menguraikan syarat minimum jurnal ilmiah, mulai dari orisinalitas artikel, keberadaan dewan editor dan mitra bestari, konsistensi penerbitan, pengelolaan berbasis elektronik (OJS), hingga kepemilikan ISSN dan DOI.
Selain itu, dijelaskan pula mekanisme pengajuan akreditasi melalui sistem ARJUNA, meliputi seleksi administratif, evaluasi diri jurnal, hingga penilaian oleh asesor substansi dan manajemen. Ditekankan bahwa capaian peringkat SINTA ditentukan oleh keseimbangan antara manajemen jurnal dan kualitas substansi artikel yang diterbitkan secara konsisten.
Workshop juga membahas strategi penguatan reputasi jurnal di tingkat nasional dan internasional, seperti menghadirkan editor dan reviewer luar negeri, membangun jejaring global, meningkatkan sitasi artikel, optimalisasi metadata, serta promosi publikasi melalui platform akademik internasional.
Kegiatan ini diikuti oleh pengelola jurnal, dosen, dan tenaga kependidikan dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga publikasi ilmiah di Indonesia. Selain sebagai forum peningkatan kapasitas, kegiatan ini menjadi ruang berbagi praktik baik (best practices) serta diskusi mengenai tantangan pengelolaan jurnal, mulai dari manajemen editorial hingga strategi keberlanjutan penerbitan.
Partisipasi aktif IAIDU Asahan sebagai salah satu penyelenggara menegaskan komitmen institusi dalam mendukung peningkatan kualitas publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa. Melalui penguatan tata kelola jurnal dan kolaborasi nasional lintas perguruan tinggi serta lembaga publikasi ilmiah, IAIDU Asahan berharap jurnal-jurnal yang dikelola dapat meningkatkan peringkat akreditasi SINTA, memperluas dampak ilmiah, serta berkontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional.