Berita UmumUnggulan26 Desember 2025

Perkuat Ukhuwah Serumpun di Asia Tenggara, IAIDU Asahan dan YADIM Malaysia Gelar Kajian Dakwah Islam Kontemporer di Kisaran

Oleh: Istiqomah Binti Ridwan

Bagikan

WhatsAppEmail

Perkuat Ukhuwah Serumpun di Asia Tenggara, IAIDU Asahan dan YADIM Malaysia Gelar Kajian Dakwah Islam Kontemporer di Kisaran

Kisaran, 26 Desember 2025 — Institut Agama Islam Daar Al Uluum (IAIDU) Asahan bersama Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (YADIM) kembali meneguhkan komitmen dakwah lintas negara melalui penyelenggaraan Kajian Dakwah Islam Kontemporer bertema “Ukhuwah Serumpun: Sinergi Dakwah Malaysia–Indonesia di Era Modern.” Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al-Hidayah Kisaran pada Jumat malam (26/12/2025) sebagai upaya strategis mempererat ukhuwah serumpun di kawasan Asia Tenggara.


Kajian ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) IAIDU Asahan sekaligus menjadi agenda penting dalam rangkaian kunjungan hormat Ahli Lembaga Pemegang Amanah YADIM ke IAIDU Asahan pada 26–27 Desember 2025. Kunjungan tersebut bertujuan memperluas jejaring dakwah internasional, mendiskusikan strategi dakwah yang adaptif terhadap tantangan zaman, serta memperkuat kerja sama keilmuan antara Indonesia dan Malaysia sebagai bangsa serumpun.


Kegiatan menghadirkan Ustaz Dr. H. Bashir bin Mohamed Al-Azhari, Ahli Lembaga Pemegang Amanah YADIM sekaligus Chairman of the Ulama & Scholars Council Malaysia, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa ukhuwah Islamiyah Indonesia–Malaysia perlu terus diperkuat, tidak hanya sebagai ikatan historis dan kultural, tetapi juga melalui kolaborasi nyata di bidang dakwah, pendidikan, dan pengembangan tradisi keilmuan Islam.


Menurut Dr. Bashir, dinamika global seperti digitalisasi, perubahan sosial, hingga tantangan ideologis menuntut model dakwah yang inklusif, moderat, dan berbasis keilmuan. “Indonesia dan Malaysia memiliki akar tradisi Islam yang sama. Modal ini sangat berharga untuk membangun sinergi dakwah yang mampu menjawab persoalan umat kontemporer tanpa kehilangan jati diri keislaman,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia juga menekankan peran strategis perguruan tinggi Islam dalam membangun narasi Islam rahmatan lil ‘alamin. Kolaborasi antara institusi akademik seperti IAIDU Asahan dengan lembaga dakwah regional seperti YADIM dinilai dapat menjadi model sinergi dakwah transnasional yang relevan bagi masyarakat Muslim Asia Tenggara.


Kajian ini dimoderatori oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIDU Asahan, Dr. Zainal Abidin, S.Ag., M.M. Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif, terlihat dari antusiasme peserta yang aktif mengajukan pertanyaan serta menyampaikan pandangan kritis terkait strategi dakwah Islam kontemporer, peran ulama, dan kontribusi perguruan tinggi dalam merespons tantangan zaman.


Sejumlah pimpinan dan pejabat struktural IAIDU Asahan turut hadir, di antaranya Wakil Rektor II Dr. Surono ZR, MMLS; Dekan Fakultas Dakwah Dr. H. Lakum, S.Ag., M.Sos; Kepala BPPM Eko Priadi, S.H., S.H.I., M.H., CIIQA; Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Sutrisno, M.Pd.I.; Ketua Prodi Magister Hukum Keluarga Islam Dr. Muhammad Abduh Isma, S.Ag., M.E.I.; serta Kepala LLTQ Aminudin, S.H.I., M.Sy. Kehadiran mahasiswa dan masyarakat sekitar Masjid Al-Hidayah semakin menegaskan karakter kegiatan ini sebagai ruang dakwah yang inklusif dan partisipatif.


Wakil Rektor II IAIDU Asahan, Dr. Surono ZR, MMLS, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui dakwah berbasis masjid yang dipadukan dengan dialog keilmuan, IAIDU Asahan berupaya menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan riil umat serta memperluas jejaring dakwah internasional.


“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan keislaman masyarakat, meningkatkan literasi dakwah mahasiswa, serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, lembaga dakwah, dan institusi kemasjidan dalam mengembangkan dakwah Islam yang moderat dan berkelanjutan,” ungkapnya.


Selain bernilai edukatif dan spiritual, kajian ini juga menjadi langkah strategis dalam mempererat hubungan kelembagaan antara IAIDU Asahan dan YADIM Malaysia. Ke depan, kedua institusi membuka peluang kerja sama lanjutan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan semangat ukhuwah serumpun, kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan peradaban Islam di Asia Tenggara.

Perkuat Ukhuwah Serumpun di Asia Tenggara, IAIDU Asahan dan YADIM Malaysia Gelar Kajian Dakwah Islam Kontemporer di Kisaran | Institut Agama Islam Daal Al Uluum Asahan, Sumatera Utara | Institut Agama Islam Daal Al Uluum Asahan, Sumatera Utara