Berita UmumUnggulan6 Maret 2026

Soroti Revolusi AI dalam Dunia Riset, UIN Ponorogo dan IAIDU Asahan Bahas Penulisan Artikel Ilmiah Berbasis AI

Oleh: Istiqomah Binti Ridwan

Bagikan

WhatsAppEmail

Soroti Revolusi AI dalam Dunia Riset, UIN Ponorogo dan IAIDU Asahan Bahas Penulisan Artikel Ilmiah Berbasis AI

Ponorogo, 6 Maret 2026 — Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin mengubah lanskap dunia riset dan publikasi ilmiah di perguruan tinggi. Transformasi ini menjadi sorotan dalam kegiatan Kajian Ramadhan: Ngaji Penulisan Artikel Ilmiah yang diselenggarakan oleh Rumah Jurnal Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Ponorogo secara daring melalui Zoom dan YouTube pada Jumat (6/3/2026).


Forum akademik tersebut mempertemukan akademisi, dosen, peneliti, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk membahas secara komprehensif pemanfaatan teknologi AI dalam proses penelitian dan penulisan artikel ilmiah. Kegiatan ini menghadirkan Soleh Hasan Wahid, S.H.I., M.H.I., akademisi UIN Ponorogo yang aktif meneliti bidang AI Ethics, Digital Islamic Law, serta transformasi hukum Islam di era digital, sebagai narasumber utama. Diskusi ilmiah dipandu oleh Eko Priadi, S.H.I., S.H., M.H., dosen sekaligus Kepala Badan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BPPM) Institut Agama Islam Daar Al Uluum (IAIDU) Asahan.


Dalam pengantar diskusi, Eko Priadi menegaskan bahwa kemajuan teknologi AI telah menghadirkan paradigma baru dalam praktik penelitian modern, terutama dalam proses penelusuran literatur, analisis data, hingga penyusunan artikel ilmiah. Menurutnya, kehadiran AI membuka peluang besar bagi akademisi untuk meningkatkan produktivitas riset sekaligus mempercepat proses publikasi ilmiah.


“Teknologi AI dapat menjadi alat bantu yang sangat efektif dalam mempercepat proses penelitian, mulai dari eksplorasi literatur hingga penyusunan struktur artikel ilmiah. Namun AI harus tetap diposisikan sebagai tools yang mendukung kerja intelektual peneliti, bukan menggantikan proses berpikir kritis dan integritas akademik,” ujar Eko.

Ia menambahkan bahwa penggunaan AI dalam penelitian harus tetap berlandaskan orisinalitas gagasan, ketepatan metodologi, serta etika akademik, sehingga teknologi tidak justru menurunkan kualitas karya ilmiah.


Dalam paparannya, Soleh Hasan Wahid menjelaskan bahwa perkembangan AI telah melahirkan ekosistem riset ilmiah baru yang memungkinkan peneliti bekerja lebih cepat, sistematis, dan terintegrasi. Jika sebelumnya peneliti mengandalkan pencarian literatur secara manual melalui kata kunci pada berbagai basis data jurnal, kini teknologi AI mampu melakukan analisis semantik terhadap ribuan artikel ilmiah secara simultan. Pendekatan ini membantu peneliti mengidentifikasi pola penelitian, keterkaitan konsep, serta kesenjangan riset secara lebih cepat dan efisien.


Dalam forum tersebut diperkenalkan sejumlah platform kecerdasan buatan yang mulai banyak dimanfaatkan oleh peneliti global untuk meningkatkan efisiensi riset, di antaranya Undermind AI, yang memfasilitasi eksplorasi literatur secara mendalam melalui teknologi deep research search; Scite AI, yang membantu memvalidasi kualitas penelitian melalui analisis kutipan ilmiah berbasis smart citation; serta SciSpace AI, yang mampu mengekstraksi informasi penting dari ratusan artikel akademik sekaligus dan mendukung proses sintesis literatur secara lebih sistematis dan terstruktur.


Melalui integrasi teknologi tersebut, proses penelitian dapat dijalankan melalui tiga tahapan utama, yakni eksplorasi literatur (discovery), validasi temuan ilmiah (validation), serta sintesis pengetahuan (synthesis) dalam satu ekosistem kerja yang lebih efisien. Pendekatan ini dinilai mampu memangkas waktu penelitian secara signifikan sekaligus meningkatkan kualitas analisis akademik, khususnya dalam penyusunan tinjauan pustaka dan kerangka konseptual penelitian.


Selain membantu eksplorasi literatur, teknologi AI juga mulai dimanfaatkan untuk mempercepat analisis data penelitian, terutama pada riset kualitatif yang selama ini dikenal memerlukan waktu analisis yang panjang. Dalam diskusi tersebut dijelaskan bahwa sejumlah platform analisis berbasis AI kini mampu melakukan identifikasi tema penelitian, pengkodean data (coding), hingga penyusunan ringkasan analitis dari dokumen penelitian secara otomatis. Dengan dukungan teknologi tersebut, proses analisis data yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu dapat dipercepat menjadi hanya dalam hitungan menit.


Meski demikian, para peneliti tetap diingatkan untuk melakukan verifikasi akademik dan validasi manual terhadap hasil analisis AI guna memastikan kualitas dan keandalan penelitian tetap terjaga.

Sebagai narasumber utama, Soleh Hasan Wahid dikenal sebagai akademisi yang aktif meneliti integrasi teknologi digital dalam studi hukum Islam dan ekonomi syariah. Ia terlibat dalam berbagai penelitian mengenai AI-based ijtihad, fatwa digital, regulasi ekonomi syariah, serta etika kecerdasan buatan dalam perspektif hukum Islam.


Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari para peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan terkait strategi pemanfaatan AI dalam penelitian, optimalisasi teknologi untuk penulisan artikel jurnal, serta tantangan menjaga integritas akademik di tengah perkembangan otomatisasi pengetahuan. Dengan moderasi yang komunikatif dan terarah, diskusi berjalan dinamis serta memberikan ruang pertukaran gagasan yang konstruktif antara narasumber dan peserta.


Keterlibatan IAIDU Asahan dalam forum ilmiah yang diselenggarakan oleh Rumah Jurnal LPPM UIN Ponorogo ini menunjukkan komitmen institusi dalam memperkuat budaya riset, publikasi ilmiah, serta literasi teknologi di lingkungan perguruan tinggi. Partisipasi aktif dosen dalam berbagai forum akademik nasional juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kapasitas akademik sivitas akademika sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi.


Melalui kegiatan Kajian Ramadhan: Ngaji Penulisan Artikel Ilmiah, para peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pemanfaatan teknologi AI dalam proses penelitian dan penulisan karya ilmiah, sekaligus mendorong peningkatan kualitas publikasi akademik di era transformasi digital.

Soroti Revolusi AI dalam Dunia Riset, UIN Ponorogo dan IAIDU Asahan Bahas Penulisan Artikel Ilmiah Berbasis AI | Institut Agama Islam Daal Al Uluum Asahan, Sumatera Utara | Institut Agama Islam Daal Al Uluum Asahan, Sumatera Utara